Dalam mengasuh anak kecil, banyak Ayah Bunda yang mungkin menghadapi dilema yang sama: ingin anak disiplin, tetapi khawatir jika terlalu keras justru melukai perasaan nya. Islam menawarkan jalan tengah yang indah disiplin tanpa memaksa, mendidik dengan cinta, keteladanan, dan kesabaran.
Disiplin dalam Islam bukanlah soal hukuman semata, melainkan proses membentuk akhlak. Anak kecil masih belajar mengenal dunia, sehingga mereka membutuhkan arahan yang jelas namun lembut. Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam mendidik. Beliau tidak dikenal sebagai pendidik yang keras, tetapi penuh kasih sayang, bahkan kepada anak-anak. Kelembutan beliau justru membuat nasihat lebih mudah diterima.

Memaksa Si Kecil untuk patuh mungkin menghasilkan ketaatan sesaat, tetapi sering meninggalkan luka jangka panjang. Mereka bisa tumbuh patuh karena takut, bukan karena paham. Bahkan bisa memberontak jika mereka sudah mulai jengah. Sebaliknya, disiplin yang dibangun dengan komunikasi dan contoh nyata akan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri anak.
Orang tua dapat memulai dengan aturan yang sederhana dan konsisten, sesuai usia anak. Jelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami, bukan dengan teriakan atau ancaman. Ketika anak melakukan kesalahan, arahkan dengan sabar dan jadikan momen tersebut sebagai proses belajar, bukan ajang meluapkan emosi.
Keteladanan adalah kunci utama. Anak belajar disiplin bukan dari perintah, tetapi dari apa yang ia lihat setiap hari. Jika orang tua ingin anak tepat waktu shalat, menjaga adab, dan bertanggung jawab, maka orang tua terlebih dahulu harus mencontohkannya. Dalam Islam, mendidik anak adalah amanah. Disiplin tanpa paksaan mengajarkan anak tentang tanggung jawab, bukan ketakutan. Dengan cinta, doa, dan kesabaran, insyaAllah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik dan taat kepada Allah.
Penulis: Indra Rizki
