Memasuki pertengahan Ramadhan, seperti saat ini yang sudah memasuki hari ke 12 di Bulan Ramadhan, tak sedikit anak-anak mulai merasa lelah dan bosan menjalani puasa. Jika di awal bulan mereka begitu antusias, di hari-hari berikutnya semangat itu bisa saja menurun. Ayah dan Bunda tidak perlu khawatir, karena hal ini sangat wajar, terutama bagi si kecil yang masih belajar berpuasa.

Justru di sinilah peran orang tua menjadi sangat penting: bukan utk memaksa, tetapi untuk mendampingi dan menyemangatinya.

1. Ingatkan Tujuan Puasa dengan Bahasa Sederhana

Jelaskan kembali bahwa puasa adalah ibadah yang Allah sukai. Gunakan bahasa yang mudah dipahami, misalnya, “Puasa itu latihan supaya kita jadi anak yang kuat dan sabar.” Hindari penjelasan yang terlalu berat agar anak tidak merasa terbebani.

2. Beri Apresiasi, Sekecil Apa Pun

Jika si kecil mampu berpuasa setengah hari atau sampai waktu tertentu, tetap berikan pujian. Kalimat sederhana seperti, “MasyaAllah, hebat sekali hari ini!” bisa menjadi suntikan semangat yang besar bagi mereka. Anak-anak sangat membutuhkan pengakuan dari orang tuanya.

3. Buat Momen Ramadhan Lebih Menyenangkan

Libatkan anak dalam menyiapkan menu berbuka, menghias rumah dengan nuansa Ramadhan, atau membuat target ibadah sederhana. Misalnya, membuat tabel puasa harian dan memberi tanda bintang setiap kali ia berhasil menjalankannya.

4. Jaga Kondisi Fisiknya

Pastikan anak mendapatkan sahur bergizi dan istirahat yang cukup, jangan beri makan sahur dengan mie instant atau makanan-makanan ultra proses, berikan ia makanan yang bergizi dengan sayur dan protein, seperti telur, ayam, atau tahu/tempe. Terkadang rasa bosan muncul karena tubuh lelah. Perhatikan juga aktivitasnya agar tidak terlalu menguras energi.

Yang terpenting, hindari membandingkan anak dengan saudara atau teman sebayanya. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Ramadhan adalah proses belajar, bukan ajang perlombaan. Insya Allah, ketika Ayah dan Bunda membersamai dengan sabar dan penuh kasih, Ramadhan akan menjadi kenangan indah bagi si kecil. Semoga kebiasaan baik ini tumbuh menjadi cinta ibadah yang terus mereka bawa hingga dewasa nanti.

Penulis: Indra Rizki

 

×