Dalam perjalanan hidup sebagai orang tua, ada kalanya kita menyadari bahwa ada amalan yang belum sempat ditunaikan di masa lalu, salah satunya adalah aqiqah. Tidak sedikit orang tua yang baru teringat ketika anak sudah tumbuh besar, bahkan telah memasuki usia sekolah. Lalu muncul pertanyaan, apakah masih terlambat untuk melaksanakan aqiqah?
Aqiqah adalah bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang anak yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran, sebagaimana disebutkan dalam hadis bahwa setiap anak tergadai dengan aqiqahnya. Namun para ulama menjelaskan bahwa waktu hari ketujuh adalah waktu yang paling utama, bukan satu-satunya waktu yang diperbolehkan.

Jika pada waktu tersebut orang tua belum mampu atau belum sempat melaksanakannya, maka aqiqah tetap dapat dilakukan di hari-hari berikutnya. Bahkan sebagian ulama membolehkan pelaksanaan aqiqah hingga anak beranjak besar. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memberikan kelonggaran dan tidak memberatkan umatnya dalam menjalankan ibadah.
Ketika si kecil sudah masuk sekolah, itu bukan berarti kesempatan untuk beraqiqah telah hilang. Justru masih ada peluang bagi orang tua untuk menunaikan sunnah ini sebagai bentuk penyempurnaan rasa syukur kepada Allah SWT. Aqiqah bukan hanya tentang waktu pelaksanaan, tetapi juga tentang niat dan keikhlasan dalam menjalankannya.
Selain itu, aqiqah juga memiliki nilai sosial yang besar. Melalui aqiqah, orang tua dapat berbagi kebahagiaan dengan keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar. Daging yang dibagikan menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Bagi Ayah Bunda yang kini telah memiliki kelapangan rezeki, melaksanakan aqiqah meskipun anak sudah besar adalah langkah yang baik. Tidak perlu merasa terlambat, karena yang terpenting adalah kesungguhan dalam menjalankan sunnah Rasulullah ﷺ. Bahkan sebagian ulama juga membolehkan anak yang sudah dewasa untuk mengaqiqahi dirinya sendiri, meskipun hal ini bukan sebuah kewajiban.
Pada akhirnya, aqiqah adalah ibadah yang sarat makna dan kebaikan. Selama masih ada kesempatan dan kemampuan, tidak ada kata terlambat untuk melaksanakannya. Yang terpenting adalah niat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mensyukuri setiap karunia yang telah diberikan, termasuk kehadiran buah hati dalam kehidupan kita.
Penulis: Indra Rizki
