Kisah Juraij dan Bayi yang Bisa Berbicara Membela Orang Shaleh

Kisah Juraij dan Bayi yang Bisa Berbicara Membela Orang Shaleh

Safari Aqiqah – Kisah-kisah yang terdapat dalam Al-Qur’an sering kali mengandung pelajaran moral yang mendalam dan inspiratif. Salah satu kisah yang menarik untuk disimak adalah kisah Juraij (Yurayj) dan bayi yang bisa berbicara, yang secara khusus menyoroti keajaiban dan kebenaran di balik kesetiaan terhadap keimanan dan kebenaran.

Latar Belakang Kisah

Juraij (Yurayj) adalah seorang pendeta atau seorang alim di komunitasnya yang dikenal karena ibadahnya yang tekun. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya dalam ibadah dan berdoa, menjauhkan diri dari kehidupan dunia dan fokus sepenuhnya pada ibadah kepada Allah SWT. Namun, kehidupan Juraij tidak luput dari cobaan dan fitnah yang menguji keimanan dan ketabahannya.

Peristiwa Terkenal

Salah satu peristiwa terkenal dalam kehidupan Juraij adalah ketika seorang wanita datang kepadanya dengan membawa bayi yang baru lahir. Wanita tersebut mengklaim bahwa bayi tersebut adalah anak Juraij, meskipun Juraij menyangkalnya. Fitnah tersebut menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat, dan wanita tersebut bersumpah kepada Allah bahwa Juraij adalah ayah dari bayi tersebut.

Dalam keadaan tegang ini, Allah SWT menunjukkan mukjizat-Nya melalui bayi yang masih berada dalam buaian. Bayi tersebut tiba-tiba berkata kepada orang tua sebenarnya, “Janganlah kamu mendurhakai dia, karena sesungguhnya dia adalah orang yang banyak beribadah kepada Allah.”

Pelajaran Moral

Kisah ini mengandung beberapa pelajaran moral yang penting:

  1. Keajaiban Mukjizat: Allah SWT dapat menunjukkan mukjizat-Nya kapan saja dan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Mukjizat bayi yang bisa berbicara adalah bukti kekuasaan Allah yang luar biasa.
  2. Keteguhan dalam Fitnah: Juraij tetap teguh dalam keimanan dan tidak tergoyahkan meskipun dihadapkan pada fitnah yang besar. Kepercayaan dirinya kepada Allah dan keyakinannya terhadap kebenaran tidak tergoyahkan.
  3. Kesalahan Manusia: Peristiwa ini juga menunjukkan bahaya menyebarkan fitnah dan tuduhan tanpa bukti yang kuat. Keputusan yang diambil secara gegabah dapat merusak kehidupan seseorang.
  4. Kesucian Orang Shaleh: Allah melindungi dan membela hamba-Nya yang shaleh, bahkan dari tuduhan yang tidak berdasar. Juraij, meskipun dituduh, tetap dibela oleh kebenaran.

Relevansi Kisah Hari Ini

Kisah Juraij dan bayi yang bisa berbicara mengingatkan kita tentang pentingnya memegang teguh nilai-nilai kebenaran, keimanan, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menunjukkan bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi dan melindungi hamba-Nya yang taat dan shaleh.

Sebagai umat Muslim, kita dapat mengambil inspirasi dari kisah ini untuk tetap teguh dalam keimanan, menjauhi fitnah, dan selalu berada di jalan kebenaran dalam setiap langkah kehidupan kita.

Dengan memahami kisah-kisah seperti ini, kita dapat tumbuh dalam keimanan dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang membawa kita menuju keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Sumber foto: google.com

Penulis: Nafisah Samratul Fuadiyah