Pentingnya Ajari Empati pada Si Kecil, Ketahui Infonya di Sini

Pentingnya Ajari Empati pada Si Kecil

Safari Aqiqah – Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Bagi orang dewasa. Hal ini mungkin tampak sebagai sifat yang sangat sederhana untuk dimiliki, tetapi bagi otak si Kecil, ini merupakan keterampilan yang sangat kompleks untuk dikembangkan.

Memahami dan menunjukkan empati juga merupakan hasil dari berbagai interaksi antara neuron di otak. Jadi, mengembangkan empati dalam beberapa tahun pertama kehidupan merupakan tugas yang sulit.

Mengapa Menumbuhkan Empati Penting Bagi Anak? Dilansir dari Femina India, Meghna Yadav, Psikolog Anak dan Kepala Pelatihan di KLAY, menjawab beberapa pertanyaan seputar empati dan menjelaskan cara menumbuhkan empati pada anak kecil. Dan berikut rangkumannya:

Kepemimpinan yang Menginspirasi Empati dan Pendekatan Kreatif

Sains tidak pernah mendukung gagasan bahwa otak melakukan segalanya sendiri. Lobus frontal otak anak-anak sangat terstimulasi hanya dengan mengamati tindakan empati sederhana dari kehidupan sehari-hari orang tua, seperti menawarkan air kepada teman yang batuk, mengizinkan orang keluar dari lift sebelum Ayah dan Bunda masuk, dan menunggu mobil lain parkir sebelum Ayah dan Bunda keluar.

Menurut penelitian terbaru tentang fungsi otak, lobus frontal adalah tempat berkembang biak untuk perencanaan, pemecahan masalah, kepemimpinan, dan kreativitas. Ketika lobus frontal otak berfungsi dengan baik, kita juga.

Empati adalah Dasar untuk Kebahagiaan

Bayi mulai menggunakan referensi sosial sekitar usia 6 bulan. Bayi mengamati orang tua mereka 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan sikap serta tanggapan mereka terekam dalam otak anak. Seorang anak berusia 7 bulan, misalnya, memperhatikan ayahnya dengan hati-hati saat dia menyambut seorang tamu ke rumah mereka.

Reaksi orang tua terhadap pengunjung berdampak pada bagaimana bayi memandang dunia di sekitarnya. Perasaan terhubung dengan dunia ini, suatu sifat empati, memungkinkan anak untuk melihat dunia melalui lensa yang sangat positif.

Kepositifan awal ini akan selalu menghasilkan peningkatan kecerdasan kebahagiaan di kemudian hari.

Empati adalah Ibu dari Keterampilan membangun Tim

Sebuah pemeriksaan lebih dekat dari semua ‘kebiasaan baik’, seperti bergiliran, berbagi sumber daya, kasih sayang, menghormati pendapat orang lain dan senyum sosial. Mengungkapkan bahwa empati adalah pusat dari hubungan mendalam yang berputar di sekitar kehidupan manusia.

Keterampilan berbasis empati ini pada akhirnya mengarah pada kemampuan kolaboratif dan membangun tim, yang tidak diragukan lagi diperlukan dalam budaya kerja saat ini. Menurut teori pikiran, pada usia sekitar 18-24 bulan, balita dapat mengenali bahwa pikiran dan reaksi orang lain mungkin berbeda dari mereka sendiri.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterampilan berbasis empati pada si Kecil, Ayah dan Bunda harus memberikan sebanyak mungkin kesempatan sosialisasi. untuk balita dari kelompok usia ini mungkin.

Empati menghasilkan Keseimbangan antara Emosi dan Logika

Dalam masyarakat saat ini, mereka yang dapat mencapai keseimbangan antara pemikiran emosional dan logis adalah orang-orang yang sukses. Pandangan hidup yang seimbang ini dapat didorong pada si Kecil melalui penanaman empati.

Banyak peneliti telah menetapkan korelasi antara kesehatan sosial-emosional anak dan kinerja akademis dan kognitifnya. Jika tujuannya untuk menjalani kehidupan yang sukses di abad kedua puluh satu, keterampilan membaca, menulis, dan berhitung saja tidak akan pernah cukup. Inti dari ide ini yaitu perlunya membangun hubungan jangka panjang dengan teman sebaya dan keluarga.

Dalam arah ini, empati akan memainkan peran penting dengan meletakkan fondasi piramida pembelajaran bagi si Kecil di tahun-tahun mendatang.

Sumber gambar: id.theasianparent.com

Penulis: Aisyah